Senin, 16 Januari 2012

Jenis Manusia menurut Islam (Al Quran dan Al Hadist)

Orang-orang merugi ialah :
Firman Allah swt,

"Maka sembahlah olehmu (orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang rugi itu ialah : Orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat". Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (15) bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku. (16)".(az Zumar : 39)


Orang-orang yang bertakwa itu yaitu :
Allah berfirman ,
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (133) (yaitu) orang-orang yang : menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (134) Dan (juga) orang-orang yang : apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah?  Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (135) Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (136)"(Ali 'Imran 3)


Kebajikan itu ialah :
Allah berfirman :
"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah : beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, menunaikan zakat; orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (al Baqarah 2:177)

Pembicaraan Rahasia
Diperbolehkan mengadakan pembicaraan rahasia, asalkan :
dalam Firman Allah swt,
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan."(al Mujaadilah 58:9)


Saleh
Orang yang "Saleh" adalah orang yang :
  • Beriman kepada Allah swt,
  • beriman kepada hari penghabisan,
  • Menyuruh yang ma'ruf,
  • mencegah yang mungkar,
  • bersegera mengerjakan kebajikan.

Allah swt berfirman :
"Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh." (Ali 'Imran 3:114)

Di dalam al Quran, perbuatan amal saleh hampir selalu diiringi dengan sebutan "beriman", dan mereka yang beriman diperintahkan untuk "ta'at".

Dalam firman Allah swt,
"Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (an Nisaa’ 4:59)

"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun."(an Nisaa 4:124)

Al-Quran menjelaskan perbedaan antara orang-orang saleh dan yang tidak-saleh
Firman Allah swt,
"Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al Qur'an, (supaya jelas jalan orang-orang yang saleh) dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa." (al An'aam 6:55)

Orang saleh senantiasa menyeru nama Allah swt dan berserah diri kepada-Nya.
Dalam firman Allah Swt,  
"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?" (Fush Shilat 41:33)

(Beriman) + (Amal Saleh) = (Sebaik-baik Makhluk)
Allah swt berfirman,
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk." (al Bayyinah 98:7)

(Beriman) + (Amal Saleh) + (Merendah Diri kepada Allah swt) = (Penghuni Surga)
Allah swt berfirman, 
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya."(Huud 11:23)

Orang saleh mendulang pahala hanya untuk dirinya sendiri, demikian juga dengan yang tidak-saleh, mereka melumuri diri dengan dosa untuk diri mereka sendiri.
Firman Allah swt,
"Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba (Nya)." (Fush Shilat 41:46)

"Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan." (Jaatsiyah 45:15)

Tidak ada Nepotisme dalam memperoleh ke-salih-an
Firman Allah swt,
Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); "Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)". (at Tahriim 66:10)


Wanita Saleh
Dalam firman Allah swt, 
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkakan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah, yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kami khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka. dan pukulah mereka. Kemudian jika mereka menta'atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah maha Tinggi lagi maha Besar." (an Nisaa' 4:34)

Dari Abu Hurairah ra katanya,
“Wanita itu dikawini karena empat perkara: Karena hartanya, karena turunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka utamakanlah (alasan. red ) karena agamanya, niscaya engkau bahagia."(Hadis shahih Muslim no 1407)

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra katanya Rasulullah saw bersabda:
“Dunia ialah kesenangan. Sebaik-baik kesenangan dunia ialah perempuan yang saleh." (Hadis shahih Muslim no 1410)

Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw bersabda:
“Jangan memarahi wanita mu’minah. Jika kamu benci akan perangainya, niscaya ada pula yang menyenangkan daripadanya.” (Hadis shahih Muslim no 1414)


Wilayah dan Jalan Islam
Firman Allah swt,
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (al Baqarah 2:208)

"Dan diantara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi ; maka jika ia memperoleh kabajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia kebelakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (al Hajj 22:11)

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam) ; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada Buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui." (al Baqarah 2:256)


Meninggalkan amal jahat, perkataan dusta, kotor dan kasar di saat puasa
Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw bersabda,
“Barangsiapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan amal jahat, maka Allah tidak butuh kepadanya ia meninggalkan makan dan minum.”  (Hadis shahih Bukhari no 934)

Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw bersabda,
“Allah berfirman: “Setiap amal anak Adam adalah untuk anak Adam itu sendiri, melainkan puasa. Sesungguhnya puasa itu bagi-Ku, dan aku membalas puasanya itu." (Hadis shahih Bukhari no 935)

Puasa itu bagaikan perisai; maka apabila seseorang kamu berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan pula berkata kasar, Jika seseorang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan: ‘Aku ini puasa’.

Demi Allah, yang diri Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi.

Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang menggembirakannya: Apabila ia berbuka ia gembira, dan apabila ia menemui Tuhannya, ia gembira dengan puasanya.”Mudah-mudahan dengan menjalani shaum, kita terlatih untuk meninggalkan perbuatan jahat, ucapan dusta, kotor dan kasar.


Puasa 'Asyura dan Ramadhan
Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw bersabda,
“Apabila datang bulan Ramadhan, dibukakan semua pintu surga.” (Hadis shahih Bukhari no. 932)

Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah bersabda,
“Apabila tiba bulan Ramadhan, dibukakan pintu langit, dikunci pintu neraka dan dibelenggu semua setan.” (Hadis shahih Bukhari no.933)

Dari Ibnu Abbas ra, katanya :
“Ketika Nabi saw tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi puasa pada hari ‘Asyura. Nabi saw bertanya, “Hari apa ini?”Jawab mereka, “Hari ini hari yang baik. Pada hari ini Allah melepaskan Bani Israil dari musuh-musuh mereka, karena itu Musa mempuasakannya.”Sabda Nabi saw, “Aku lebih berhak daripadamu dengan Musa. Karena itu Nabi mempuasakannya dan menyuruh mempuasakannya.” (Hadis shahih Bukhari no.989)

Dari ‘Aisyah ra katanya:
“Biasanya orang-orang Quraisy pada masa jahiliyah, puasa pada hari Asyura. Dan Rasulullah saw pun mempuasakannya. Ketika tiba di Madinah, dia mempuasakannya dan suruhnya pula orang-orang puasa pada hari itu.Tatkala puasa Ramadhan telah diwajibkan, beliau meninggalkan puasa ‘Asyura, dan siapa yang ingin mengerjakannya dibolehkan dan siapa yang ingin meninggalkannya boleh pula.” (Hadis shahih Bukhari no.988)

Dari Abdullah ra, katanya:
Saya bertanya, “Ya, Rasulullah, dosa manakah yang paling besar ?” Beliau menjawab, “Jika engkau mengadakan sekutu bagi Tuhan, padahal Dia-lah yang menciptakan engkau.” Saya berkata, “Setelah itu apa ?” Beliau menjawab, “Jika engkau membunuh anak sendiri karena takut ia makan bersamamu.” Saya berkata, “Setelah itu apa ?” Beliau menjawab, “Berzina dengan isteri tetanggamu.” (Hadis shahih Bukhari no 1699 dan Shahih Muslim no 67)


Panggilan dari Pintu-pintu Surga
Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah saw bersabda,
“Barangsiapa menafkahkan dua perkara pada jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari beberapa pintu surga. Wahai Hamba Allah! Inilah kebaikan!”  , 
"Maka siapa yang mengerjakan shalat ia akan dipanggil dari pintu shalat; siapa yang ikut berperang, ia akan dipanggil dari pintu jihad; siapa yang berpuasa, ia akan dipanggil dari pintu ar Rayyaan; dan siapa yang bersedekah, ia akan dipanggil dari pintu sedekah.”
Kata Abu Bakar, “Aku tebus engkau dengan Bapak dan Ibuku, hai Rasulullah! Tiadalah suatu kesukaran bagi orang-orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu, dan adakah seseorang dipanggil dari pintu-pintu itu semuanya?”
Jawab Nabi saw, “Ya, dan aku mengharapkan supaya engkau termasuk dalam golongan mereka itu.” (Hadis shahih Bukhari no.931)

Dari Sahl ra dari Nabi saw, sabdanya:
“Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pintu yang disebut ar Rayyaan. Pada hari kiamat, orang-orang yang puasa masuk ke surga dari pintu itu. Tidak seorang pun masuk dari pintu itu selain mereka. (Mereka) dipanggil: Mana yang berpuasa? Lalu mereka berdiri. Tidak seorang pun masuk selain mereka, Setelah mereka masuk, pintu segera dikunci, maka tidak seorang pun lagi yang dapat masuk.” (Hadis shahih Bukhari no.930)


Semua Makhluk ber-Kasih Sayang
Dari Abu Hurairah ra, katanya:
"saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Tuhan menciptakan rasa kasih sayang itu seratus bagian. Sembilan puluh sembilan daripadanya disimpan-Nya di sisi-Nya. Satu bagian saja yang diturunkan-Nya ke atas dunia. Dengan kasih sayang itulah para makhluk saling berkasih sayang, sehingga kuda mengangkat kakinya karena takut anaknya terinjak.”Hadis shahih Bukhari no 1996Dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw beliau bersabda: “Setelah Tuhan menciptakan makhlukNya, dituliskanNya satu tulisan untuk diriNya dan diletakkan di sisiNya di atas Arasy, yaitu: “Sesungguhnya sayang-Ku melebihi marah-Ku.” (Hadis shahih Bukhari no 1698 dan Hadis shahih Muslim no 2366)

Dari Abu Hurairah ra katanya:
"datang seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw dan bertanya, “Wahai, Rasulullah ! Siapakah yang paling berhak saya perlakukan dengan baik ?” Jawab beliau, “Ibumu !” Tanya orang itu, “Sesudah itu siapa ?” Jawab beliau, “Ibumu !” Tanya orang itu lagi, “Kemudian itu siapa lagi ?” Jawab beliau, “Ibumu !” Tanya, “Siapa lagi ?” Jawab beliau, “Kemudian itu bapakmu.” (Hadis shahih Bukhari no 1690)

Dari Anas ra. katanya Rasulullah bersabda:
“Tidak (sempurna) iman seseorang kamu, sebelum ia lebih mencintai aku daripada mencintai ibu bapaknya, anaknya dan manusia umumnya.” (Hadits shahih Bukhari no 11)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru ra, katanya Rasulullah saw berkata,
“Termasuk dosa yang paling besar adalah kalau orang mengutuk kedua orang tuanya.”Ada orang bertanya, “Ya, Rasulullah ! Bagaimana orang mengutuk ibu-bapaknya?”Beliau menjawab, “Kalau seseorang mencaci bapak orang lain, lalu orang lain itu membalas mencaci bapaknya dan mencaci ibunya.” (Hadis shahih Bukhari no 1692)
Firman Allah swt, 
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (14)"
"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (15)" (Luqman 31)

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (al Israa 17:23)

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah bersabda:
“Tangan (perbendaharaan) Allah itu senantiasa cukup, tidak kurang karena memberi sebanyak-banyaknya siang dan malam. Adakah kamu perhatikan apa yang Tuhan berikan sejak Dia menciptakan langit dan bumi? Sesungguhnya tidak kurang apa yang di tanganNya. Singgasana Tuhan di atas air dan di tanganNya yang sebelah ada neraca, diturunkan dan dinaikkanNya.” (Hadis shahih Bukhari no 1999)

Sumber : http://maman12.multiply.com/journal?&page_start=40


Wallahu a’lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Catatan ini kami tujukan untuk kami pada khususnya
dan untuk semua pembaca pada umumnya...
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan... Amin
Wassalam...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar